KENANGAN DI BAWAH BULAN - KEYSA AZRIL ALHAMZAH
Kenangan di Bawah Bulan oleh : Keysa Azril Alhamzah
Di bawah bulan yang bersinar tenang,
Hamka duduk, hatinya melayang.
Bersama ayah, lentera bersinar,
mengenang masa kecil yang berpendar.
Kebun apel dan tawa riang,
petak umpet, rumah dari ranting lapang.
“Tersesat dulu, Ayah,” katanya tertawa,
kenangan lama yang tak pernah sirna.
“Masa lalu indah,” ayahnya berujar,
“tapi hari ini juga penuh mekar.”
Hamka tersenyum, fajar menyapa,
kenangan hidup di dalam jiwa.
1. Tema
Nostalgia dan refleksi hidup
Puisi ini mengangkat tema tentang kerinduan pada masa kecilyang indah dan penuh kenangan, serta penerimaan bahwa masa kini juga memiliki keindahannya sendiri
2. Amanat / Pesan
3. Tokoh / Penokohan
4. Latar / Setting
5. Gaya Bahasa (Majas)
"bulan yang bersinar tenang" → seolah-olah bulan memilikiketenangan.
"kenangan lama yang tak pernah sirna" → kenangandigambarkan seperti makhluk hidup yang abadi.
“fajar menyapa” → menggambarkan datangnya pagisebagai awal baru.
“kenangan hidup di dalam jiwa” → kenangandigambarkan sebagai sesuatu yang hidup.
Mayoritas baris akhir memiliki sajak a-a-a-a per bait, menciptakan irama yang lembut dan enak dibaca.
6. Citraan (Imaji)
"bulan bersinar", "lentera bersinar", "kebun apel", "rumah dari ranting"
→ membantu pembaca membayangkan suasana.
“katanya tertawa”
→ menghidupkan suasana hangat penuh tawa masa kecil.
“hatinya melayang”, “kenangan lama”, “tersenyum”
→ menunjukkan kerinduan dan refleksi batin.
Komentar
Posting Komentar