KEYSA AZRIL ALHAMZAH - KENANGAN

Kenangan

by: Keysa Azril Alhamzah


Bintang-bintang berkerlap-kerlip di langit malammembentukpola-pola yang seolah menceritakan kisah masa lalu. Bulan purnama bersinar terang seolah menggambarkan kenangan itudengan jelasmengembalikan ingatan dalam hati hamkaIaduduk ditemani lentera tua di halaman belakang rumahnyabersama ayahnyamenatap jauh ke arah perkebunan apel yang membentang luas di kaki bukit.

"Ayahdulu kita sering bermain di sanakan?" tanya Hamkalirih pada ayahnya yang duduk di sampingnya.

Ayah Hamka tersenyum lembut. "Iya, Nak. Kita seringbersembunyi di balik semak-semakmencari buah-buahan, dan bermain petak umpet."

Hamka teringat masa kecilnya yang indah. Saat ituia seringmenghabiskan waktu bermain di perkebunan apel bersamaayahnyaMereka menjelajahi setiap sudut perkebunanmenemukan tempat-tempat rahasia yang hanya mereka yang tahuMereka membangun rumah-rumahan dari ranting dan daun-daun kering, dan berpura-pura menjadi ultraman dan godzilla.

"Aku ingat sekaliwaktu itu aku tersesat di kebun apel," ucapHamka sambil tertawa. "Aku takut sekali, sampai akhirnya Pak Hendrosi penjaga kebunmenemukanku."

Ayah Hamka ikut tertawa. "Waktu itu kamu menangis ketakutanUntung saja Pak Hendro baik hatidia mengantarmu kembali keperkebunan apel kita."

Hamka menganggukIa sangat merindukan masa kecilnya yang bebas dan tanpa beban. Saat ituia tidak perlu memikirkan soalujiantugas sekolah, atau masalah-masalah orang dewasaIahanya perlu bermain sepuasnya bersama teman-temannya.

"Ayahaku rindu masa kecil," ucap Hamka lirih.

"Semua orang pasti merindukan masa kecilnya, Nak," jawabAyah Hamka. "Tapikita harus tetap bersyukur atas masa sekarang. Kita punya banyak hal yang bisa kita syukuri."

Hamkmenatap ayahnya dengan penuh pengertianAyahHamkbenar. Masa lalu memang indahtetapi masa sekarangjuga penuh dengan keindahan yang berbedaIa harus tetapsemangat menjalani hidup dan membuat kenangan-kenanganbaru bersama orang-orang yang ia sayangi.

Saat fajar menyingsing, Hamkterbangun dari lamunannya. Cahaya matahari pagi menyinari wajahnyaIa tersenyum sambilmenghela napas panjang. Masa lalu memang tak bisa diulangtetapi kenangan indah akan selalu tersimpan di dalam hati.

Unsur Intrinsik:

• Tema: Nostalgia.
• Alur: Mundur.
• Tokoh: Hamka (tokoh utama), Ayah Hamka, Pak Hendro.
• Latar: Perkebunan apelrumahmalam hari.
• Sudut pandang: Orang ketiga.
• Amanat: Kita harus menghargai masa lalutetapi juga tetapsemangat menjalani masa sekarang..

"Hellokenalin aku Keysa Azril Alhamzah Aku suka baca bukuterutama novel fantasi. Selain ituaku juga suka olahragaCita citaku mau jadi CEO perusahaan. Oh iyaini cerpen pertamayang kuketik jadi maap ya kalo banyak kurangnya kan yang sempurna cuma Allah SWT."

Komentar

Postingan Populer