PETUALANGAN DI NEGERI AWAN - ROVITA VANIA
Petualangan di Negeri Awan
by: Rovita Vania
"Ayo, bangun! Kita akan melihat matahari terbit di Bromo!" seru Ayah membangunkanku. Aku mengucek mataku, masih setengah mengantuk. Tapi saat mendengar kata "Bromo", semangatku langsung berkobar. Aku melompat dari tempat tidur dan bergegas bersiap-siap.
Perjalanan menuju Bromo sangat menyenangkan. Kami melewati jalan berkelok-kelok, melihat pemandangan sawah yang luas, dan juga merasakan udara pegunungan yang sejuk. Sesampainya di tempat parkir, kami langsung menuju titik pandang untuk menyaksikan matahari terbit.
Dinginnya udara pagi tak terasa lagi saat aku melihat pemandangan di depanku. Gunung Bromo terlihat begitu megah, dikelilingi lautan awan yang lembut. Lambat laun, langit mulai berubah warna menjadi oranye keemasan. Matahari pun mulai muncul dari balik gunung, memancarkan sinar hangat yang menyinari seluruh lembah.
Setelah puas menikmati matahari terbit, kami melanjutkan perjalanan menuju kawah Bromo. Jalan menuju kawah cukup menantang, tapi aku tidak takut. Aku sangat ingin melihat kawah Bromo dari dekat. Sesampainya di kawah, aku terkesima dengan pemandangannya. Asap belerang mengepul dari dalam kawah, membuatku merasa seperti berada di negeri dongeng.
Sore harinya, kami mengunjungi desa Tengger. Di sana, kami melihat para penduduk yang ramah dan unik. Mereka masih menjaga tradisi leluhur mereka. Aku juga membeli oleh-oleh khas Bromo, seperti kerajinan tangan dan makanan ringan.
Liburan di Bromo adalah pengalaman yang tak akan pernah kulupakan. Aku belajar banyak hal tentang alam dan budaya Indonesia. Aku berharap bisa kembali ke Bromo lagi suatu saat nanti.
Komentar
Posting Komentar