RAFI MUHAMMAD - KENANGAN DI BAWAH LANGIT JOGJA
"Kenangan di Bawah Langit Jogja"
Hujan baru saja reda ketikaRaka menjejakkan kakinyadi Jalan Malioboro. Aroma khas tanah basah bercampurwangi bunga melati daripedagang jalanan terasamenyegarkan. Sore itu, ia sengaja melangkahkan kaki keJogja untuk mengenang sesuatu yang selalu hidup di hatinya.
Sepuluh tahun lalu, Jogja adalah tempat di mana ia dan sahabatnya pertama kali bertemu. Sebagai seseorang yangbaru kenal hingga menjadi teman, mereka sering duduk di pelataran Taman Pintar, berbincang hingga malam. Saat itu, Jogja adalah saksi awal mula kisah mereka.
“Mas, beli batiknya?” Suara pedagang membuyarkanlamunannya. Raka tersenyum, menggeleng pelan, lalumelanjutkan langkahnya ke arah Alun-Alun Kidul. Malam mulai turun, dan gemerlap lampu kota menciptakan suasanamagis. Ia berdiri di tengah keramaian, tepat di depan dua pohon beringin besar yang terkenal dengan mitosnya.
Masih jelas di ingatannya, Dinda yang dengan mata tertutupberhasil berjalan lurus melewati pohon itu. Ia sendiri gagal, berkali-kali. “Kalau kamu nggak bisa, itu tandanya kita temansejati, Ka,” ujar sahabatnya sambil terkikik. Raka hanyatertawa, tak pernah menyangka canda itu akan terusmembayangi pikirannya hingga kini.
Malam itu, Raka mencoba lagi. Ia menutup matanya, menenangkan diri, lalu berjalan pelan. Namun, lagi-lagi iamelenceng jauh. Ia tertawa kecil, seolah sahabatnya masih adadi sisinya, mengejeknya seperti dulu. Tapi kenyataan berkatalain. sahabatnya telah pergi untuk selamanya, meninggalkannya dengan berjuta kenangan.
Raka membuka matanya. Di depannya, seorang anak kecilmenawarkan balon berwarna merah. “Om, beli ya. Buat kenangan,” katanya polos. Raka tersenyum dan membelibalon itu. Ia melepas balon itu ke udara, membiarkannyamenghilang di balik langit malam.
“Selamat jalan, sahabatku,” bisiknya pelan. Jogja mungkintelah kehilangan sosok sahabanya, tapi ia tahu, kenangan akanselalu ada. Di Malioboro, di Alun-Alun Kidul, di setiap sudutkota yang penuh cinta.
Unsur Intrinsik:
Unsur Ekstrinsik:
Semoga cerpen ini bisa menggambarkan keindahan kenangandi Jogja! 😊
Komentar
Posting Komentar