SILUET SENJA DI BALIK JENDELA - NURFELINA FEBRI
Siluet Senja di Balik Jendela
oleh: Nurfelina Febri
Aku duduk di bangku taman, menghadap ke arah gedung perpustakaan yang megah. Di balik kaca jendelanya, ada seseorang yang selalu menjadi pusat perhatianku—Alya. Gadis itu begitu sibuk dengan buku-bukunya, jarang menyadari bahwa aku selalu ada di sini, mengamatinya.
Alya adalah teman sekelasku. Kami sering mengobrol tentang tugas, bahkan pernah kerja kelompok bersama. Tapi, baginya, aku tak lebih dari seorang teman biasa. Sedangkan bagiku, setiap senyumnya adalah dunia yang ingin kumiliki.
Hari ini, aku membawa seikat bunga kecil. Aku berencana mengungkapkan perasaanku. Degup jantungku semakin cepat saat melihatnya keluar dari perpustakaan. Ia tersenyum saat melihatku, dan aku pun memberanikan diri untuk mendekatinya.
“Alya, aku punya sesuatu untukmu,” ucapku sambil menyodorkan bunga itu.
Dia terlihat terkejut, tapi tidak lama kemudian senyumnya menghilang. “Dani, terima kasih. Tapi... aku sudah punya seseorang di hatiku,” katanya dengan lembut.
Dunia seakan berhenti. Kata-katanya seperti angin dingin yang menusuk. Aku memaksakan senyum. “Oh, baiklah. Tidak apa-apa. Aku hanya ingin kau tahu.”
Dia mengangguk dan pergi, meninggalkanku di sana dengan bunga yang kini terasa hampa. Aku menatap punggungnya yang menjauh, mencoba merelakan sesuatu yang tak pernah menjadi milikku.
Senja mulai turun, menutupi taman dengan bayang-bayang panjang. Aku tahu, cinta sepihak ini mungkin tak akan pernah berubah. Tapi setidaknya, aku sudah mencoba. Dan itu sudah cukup bagiku.
Komentar
Posting Komentar