DOA - SANTIKA SOFIATUL

Doa 

oleh: santika sofiatul / XI.6


Tuhanku

Dalam termenung

Aku masih menyebut nama-Mu


Biar susah sungguh

Mengingat Kau penuh seluruh

Caya-Mu panas suci

Tinggal kerlip lilin di kelam sunyi


Tuhanku

Aku hilang bentuk

Remuk


Tuhanku

Aku mengembara di negeri asing


Tuhanku

Di pintu-Mu aku mengetuk

Aku tidak bisa berpaling


Puisi Doa oleh santika sofiatul memiliki unsur intrinsik berupa:


Tema

Puisi 'Doa' ini bertemakan ketuhanan.

Perasaan

Puisi 'Doa' ini menggambarkan perasaan penyair yang penuh rasa haru dan rindu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan kata "Tuhanku dalam termenung aku masih menyebut nama-Mu".

Nada dan suasana

Puisi 'Doa' ini mengandung nada ajakan kepada pembaca untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dan tidak berpaling. Sedangkan suasana dalam puisi ini ialah timbul rasa rindu dan haru kepada Tuhan.

Amanat

Puisi 'Doa' ini mengandung amanat agar pembaca dapat mendekatkan diri kepada Tuhan dan senantiasa bertekun dalam menjalankan perintah-Nya.

Sedangkan unsur ekstrinsik dalam puisi ini berupa:


Majas dan irama

Puisi 'Doa' ini mengandung kata majas berupa "Caya-Mu panas suci tinggal kerlip lilin di kelam sunyi". Sedangkan iramanya terlihat pada akhiran kata tiap puisinya yang teratur dan berulang.

Kata konotasi

Puisi 'Doa' ini menggunakan kata konotasi berupa penggambaran diri yang remuk dan hilang bentuk saat jauh dari Tuhan. Terlihat pada kata "Tuhanku aku hilang bentuk remuk".

Kata simbol

Puisi 'Doa' ini mengandung kata simbol berupa "Caya-Mu panas suci tinggal kerlip lilin di kelam sunyi". Kata simbol ini melambangkan jika Tuhan senantiasa hadir di dalam kehidupan manusia.

Imajinasi puisi

Puisi 'Doa' ini mengandung imajinasi berupa gambaran diri yang hilang bentuk atau remuk. Terlihat pada kata "Tuhanku aku hilang bentuk remuk".

Komentar

Postingan Populer