SETELAH HUJAN - MOCH MAHFUD

Setelah Hujan

oleh: Moch Mahfud / XI-6


Langit kelabu, hati pun ragu,  

Langkah Maya terhenti di jalan itu,  

Farel pergi tanpa pesan,  

Meninggalkan luka yang dalam.


Taman sepi, kursi kosong,  

Kenangan tawa kini hilang,  

Hujan turun, air mata pun turun,  

Maya terdiam, rasa sakit terpendam.


Seorang pria datang memberi kata,  

"Kadang, melepaskan adalah suatu cara,"  

Maya terdiam, hati mulai tenang,  

Mungkin waktu akan membawa kedamaian.


Struktur puisi :

Bait : 3

Kata kunci : Keraguan,Kepergian,Luka,Kesepian,

                      Kenangan,RasaSakit,Melepaskan,Kedamaian

Pilihan Kata :

1. Diksi
• Konkret : langit kelabu,Langkah maya,Jalanitu,Taman sepi,

                Kursi kosong,Hujan turun,Air Mata

• Abstrak : Hati pun ragu,Kenangan,Rasasakit,Kedamaian
2. Majas
• Personifikasi
Langit kelabu hati pun ragu
Hujan turun air mata pun turun
• Metafora
Luka yang dalam
Kenangan tawa kini hilang
• Hiperbola
Meninggalkan luka yang dalam
3. Imaji
• Imaji Visual
Taman sepiKursi kosong
• Imaji auditif
Kenangan tawa kini hilang
• Imaji kinestetik
Farel pergi tanpa pesan

Makna puisi :

Puisi ini bercerita tentang kesedihan Maya setelahditinggalkan Farel tanpa penjelasanIa merasakehilangankesepian, dan hatinya terlukaSemuakenangan terasa hampa dan penuh duka.

Namun di tengah kesedihan ituada seseorang yang datang dan mengingatkan bahwa melepaskan bisajadi cara untuk sembuh. Kata-kata itu membuatMaya mulai tenang, dan menyadari bahwa waktu bisamenyembuhkan luka.

Judul : (Setelah Hujan)

Komentar

Postingan Populer