JEJAK DI KURSI SEPI - ROOYAN SYAUQIL HABIBAH


Jejak di Kursi Sepi

oleh Rooyan Syauqil Habibah 


Di sudut kota yang tenang pagi itu,

Ara duduk, menunggu waktu,

Kopi hangat dan kenangan lalu,

Tentang Raka, musim semi yang dulu.


Datang bagai angin membawa harapan,

Tawa, cerita, dan rasa yang tertawan,

Setiap hari menjadi taman berbunga,

Namun musim berganti, ia pun tiada.


“Ini sementara,” janji yang ia titipkan,

Sebelum hilang di batas awan,

Pesan menjadi sunyi, waktu membeku,

Dan Ara tetap di kursi yang pilu.


Hari berganti, waktu tak menunggu,

Meja kafe itu saksi bisu,

Bahwa cinta kadang hanya singgah,

Meninggalkan luka dan langkah yang patah.


Tapi hidup bukan ruang penantian,

Ada cahaya dalam kepergian,

Ara berdiri, menatap langit,

Dengan hati perih yang mulai bangkit.


Yang datang belum tentu menetap,

Namun setiap perjumpaan tetaplah berjejak,

Ia berjalan dengan senyum terakhir,

Menuju esok yang belum terpikir.



---

Komentar

Postingan Populer