JEJAK ROYYAN DI TULUNGAGUNG - M. ROYYANI AL-BUSHIRI

 Jejak Royyan di Tulungagung

 oleh: M. Royyani Al-Bushiri


Di pagi yang cerahkereta melaju,

Dari Malang menuju kota yang baru.

Tulungagungtanah yang ramah,

Menyambut Royyan dengan senyum yang ramah.

 

Langkah pertama di stasiun kecil,

Riuh hangatsuasana tak gentar.

Ia mencari tempat bernaung,

Dekat kotadekat suara masyarakat yang mengalun.

 

Fajar berikutnyasemangat membuncah,

Pantai Popoh jadi tujuan langkah.

Lewati bukit dan jalan berkelok,

Hijau pepohonan jadi sahabat elok.

 

Ombak tenang menyapa lembut,

Biru kehijauan laut bersambut.

Tebing menjulangangin pun menyanyi,

Royyan terdiamjiwa pun berseri.

 

Ia berjalan di pasir yang halus,

Menatap perahunelayan yang tulus.

Pak Agus menawarinya cerita,

Tentang lauthidup, dan cinta pada pusaka.

 

Sore menjelanglangkah beralih,

Ke Pantai Sine yang sepi bersih.

Sunyi di sana bukan kehampaan,

Tapi kedamaiantempat hati berlabuhan.

 

Lodho ayam jadi santapan malam,

Rasa rempah menghangatkan salam.

Kuliner dan cinta tumbuh bersama,

Di kota kecil yang indah rupawan rupa.

 

Hari terakhirRoyyan menatap marmer,

Tangan-tangan cekatan memahat dengan sabar.

Keindahan batu yang jadi cerita,

Ia bawa pulang sebagai kenangan nyata.

 

Di dalam hatisatu janji tersimpan,

Tulungagungaku akan kembaliperlahan.

Menjelajah sudutmu yang belum kujamah,

Karena di sinihatiku pernah singgah.

Komentar

Postingan Populer