RISIKO GADGET TERHADAP MATA - MOCH MAHFUD

JUDUL : RISIKO GADGET TERHADAP MATA

Oleh: Moch Mahfud / XI-6

 

PENDAHULUAN : 

Di era digital saat ini, penggunaan gadget seperti smartphone, tablet dan laptop sudah

menjadi bagian-bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi

remaja. Mulai dari belajar online, main game, hingga bersosial media, hampir semua

aktivitas dilakukan melalui gadget. Akan tetapi, kebiasaan ini sering dilakukan berjam-

jam lamanya, dan ini bisa berdampak langsung pada kesehatan mata. Terlalu lama menatap layar gadget bisa menyebabkan berbagai gangguan mulai dari mata lelah, kering, hingga gangguan yang di sebut Computer Vision Syndrome (CVS), dalam artikel ini saya akan membahas apa saja resiko gangguan gadget terhadap mata, gejala yang perlu di waspadai, dan tentu saja tips menjaga kesehatan mata di tengah gaya hidup serba digital.

PEMBAHASAN :                        

Seiring meningkatnya intensitas penggunaan gadget di kalangan remaja,

kasus gangguan penglihatan akibat paparan layar juga semakin sering dilaporkan.

Salah satu dampak utama adalah Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu sekumpulan

gejala yang terjadi akibat penggunaan lerangkat digital secara berlebihan. Menurut

laporan dari American Optometric Association (AOA), sekitar 50% hingga 90%

pengguna Komputer mengalami gejala CVS. Gejala ini meliputi mata kering, penglihatan

kabur, mata lelah , hingga sakit kepala. Hal ini diperparah oleh kebiasaan menggunakan

gadget dalam waktu lama tanpa jeda, serta posisi penggunaan yang tidak ergonomis,

seperti menatap layar terlalu dekat atau dalam pencahayaan yang tidak sesuai.

Salah satu penyebab utama gangguan ini adalah paparan cahaya biru (blue

Ligt) dari layar digital. Cahaya biru memiliki panjang gelombang pendek dan energi

tinggi yang dapat menembus langsung ke retina. Studi yang diterbitkan dalam jurnal

Scientific Reports (2018) menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dalam durasi

panjang dapat menyebabkan kerusakan sel retina dan berpotensi mempercepat

gangguan penglihatan yang terjadi akibat kerusakan pada makula. Suatu kondisi yang

menyebabkan kehilangan penglihatan sentral. Selain itu, World Health Organization

(WHO) juga mencatat peningkatan prevalensimiopia (rabun jauh) secara global,

terutama pada remaja di wilayah perkotaan yang jarang terpapar cahaya alami dan lebih

sering menggunakan perangkat digital di dalam ruangan. Melihat fakta tersebut, penting bagi remaja dan orang tua untuk memahami bahwa penggunaan gadget tidak hanya berdampak sosial dan psikologis, tetapi juga memiliki konsekuensi medis yang nyata terhadap kesehatan mata. Oleh karena itu, penerapan pola penggunaan gadget yang sehat, termasuk membatasi waktu layar dan mengistirahatkan mata secara berkala, sangat dianjurkan untuk mencegah kerusakan jangka panjang pada penglihatan

PENUTUP :

Penggunaan gadget yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai masalah pada mata, seperti mata lelah, kering, dan gangguan penglihatan jangka panjang. Remaja sebagai pengguna aktif, perlu lebih sadar akan resiko tersebut. Dengan menerapkan kebiasaan sehat seperti mengatur waktu penggunaan, menjaga jarak pandang, dan mengistirahatkan mata secara berkala, dampak negatif gadget terhadap mata bisa diminimalkan. Menjaga kesehatan mata di era digital bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan.

RUJUKAN :

Sheppard, A. L., & Wolffsohn, J. S. (2018). Digital eye strain: prevalence, measurement            and amelioration.

 


Komentar

Postingan Populer